Saya dan Makna Kata Merdeka

September 10, 2018




"....Indonesia Raya, Merdeka Merdeka...Tanahku negeriku yang kucinta, ...Indonesia Raya, Merdeka Merdeka...Hiduplah Indonesia Raya!"

Saya masih mendendangkan syair lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan khidmatnya. Sementara, bulir-bulir air mata menetes di pipi diiringi isak yang tak terbendung lagi. Dan ternyata saya tak sendiri. Di sekitar, saya dengar lagu karya WR Soepratman ini disuarakan dengan gemetaaar....

Suasana begitu syahdu. Hampir tak ada suara lain selain lirik bernada semangat kebangsaan yang mengalun mengiringi bendera merah putih yang dikibarkan oleh tiga orang teman. Bendera sederhana yang berukuran sedang saja dengan tiang besi biasa. Petugasnya pun hanya berpakaian keseharian dengan merah dan putih warna nuansanya. Peserta upacara pun sama, semua berbusana tema Hari Merdeka. Tak ketinggalan warna merah putih ini juga mendominasi hiasan tempat upacara dalam aneka balon, pita dan bendera.

Jangan bayangkan saya sedang berada di sebuah lapangan dengan susunan upacara yang dengan matang direncanakan. Bukan pula dilengkapi formasi petugas yang rapi jali layaknya pasukan pengibar bendera alias paskibra yang asli.


Ya, saya hanya mengikuti upacara pengibaran bendera sederhana yang diadakan di halaman belakang sebuah rumah tinggal di kawasan Mandeville, negara bagian Louisiana di Amerika.

Saat itu, tepatnya hari minggu, tanggal 22 Agustus 2010, selang 5 hari dari tanggal 17 Agustus dimana diperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI.

Memang, peringatan musti dimundurkan, diambil pada hari Minggu, agar masyarakat Indonesia yang tinggal di sekitarnya bisa menghadiri acara itu.

Akhirnya, sekitar 70 orang, pria, wanita, tua muda, bisa mengikuti rangkaian kegiatan dari upacara pengibaran bendera, beraneka lomba dan ditutup dengan makan siang bersama.

Sebuah peringatan yang idenya murni dari teman-teman dan didanai sendiri secara mandiri. Maka tak heran jika suasana begitu haru....Bahkan dari barisan ibu-ibu, terdengar suara sesenggukan selama menyanyikan lagu.


Hal ini wajar, mengingat sebagian besar hadirin adalah warga Indonesia yang sedang menempuh studi (seperti suami saya), pekerja yang bekerja temporary di sini ataupun mereka yang sudah menetap di Amerika karena bekerja atau ikut suami yang warga sana.

Semua peserta upacara dengan latar belakang berbeda, hanyut dalam rasa rindu akan tanah air tercinta yang berada ribuan kilometer jaraknya. Memaknai Hari Merdeka dengan berkumpul bersama saudara sebangsa dan setanah air dengan gembira.

Tapi sebenarnya, sudahkah saya, peserta upacara dan teman-teman  yang sedang membaca artikel ini merasa sudah merdeka juga?

Sejatinya, apa makna merdeka bagi kita? Apakah dengan tinggal di negeri yang sudah 73 tahun merdeka sudah pasti rakyatnya merasakan kemerdekaan juga..?


Hmm..pertanyaan yang bisa saja mendapatkan jawaban yang berbeda-beda dari masing-masing kita.

Baiklah, sebelum menjawabnya, yuk mariii coba kita gali dulu arti kata merdeka.


You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Flickr Images